Manajemen Ide Tulisan, PD Aja Lagi?

Manajemen Ide Tulisan, PD Aja Lagi?
Manajemen Ide Tulisan, PD Aja Lagi?

Saatnya mengucapkan selamat tinggal pada penolakan naskah. Temukan CARA BARU menerbitkan buku yang akan membuat senyum bahagia Anda bertahan lebih lama. Klik di sini.

Hai! Sehat hari ini? Amiin.

Kali ini tentang manajemen ide tulisan. Pernah mendengar kata manajemen, kan? Kata para teoritikus, manajemen itu ?doing things through other people?. Artinya, melakukan pekerjaan melalui orang lain. Bagi para manajer bisnis, mungkin iya hal ini bisa terjadi. Tetapi, itu tidak boleh berlaku bagi penulis. Tulisan akan kehilangan ruhnya ? sebagian atau seluruhnya ? apabila sepenuhnya pekerjaan tulis menulis itu diserahkan kepada orang lain.

Biang atau sumber sebuah tulisan adalah ide-ide. Dari mana ide-ide itu bisa didapat? Dari mana saja, dari tempat yang paling dekat, hingga yang paling jauh. Oh ya? Ya!

Beberapa hari lalu, saya menemukan ide dari layar monitor saya, ketika saya membaca sebuah update status di Facebook. Bunyinya begini:

enakan mana memelihara ular atau digigit ular ya???

Update status ini menghasilkan sebuah tulisan, ?Ular dalam Sebuah Organisasi.?

Itu salah satu contoh ide dari sumber yang paling dekat. Nah, ada lagi contoh tulisan dari sumber yang keberadaannya sangat jauh dari tempat tinggal saya. Beberapa waktu lalu, Israel menyerang Palestina. Akibat kegeraman menyaksikan diskusi yang tidak berujung, maka lahirlah sebuah tulisan, ?Kita Boyong saja Warga Palestina ke Indonesia?.

Konsekuensinya, saya dikritik habis-habisan oleh pembaca (hehe?). Tetapi saya senang bisa mengetahui apa yang sebenarnya di dalam benak kawan-kawan pembaca. Setidaknya saya tahu apakah benar-benar tulus ingin berbagi suka dan duka dengan mereka yang menderita di Palestina, atau sekedar ingin berbicara sebagai representasi dari rasa simpati. Mereka bilang ingin menolong Palestina, tetapi ketika saya sampaikan gagasan untuk berbagi (sedikit saja, yaitu satu saja dari 37.000 pulau yang kita miliki), mereka tidak mau dengan berbagai alasan. Padahal hanya perlu satu pulau kecil untuk menampung mereka, jika kita memang mau berbagi bumi Tuhan. Sampai di sana mind exploratio (penjajagan benak) saya hentikan (sementara).

Bagaimana agar ide-ide ini terus mengalir?

Bayangkan dalam diri Anda ada pipa ide. Jika satu ide tak dialirkan, bisa jadi ia akan menyumbat kehadiran ide-ide yang lain. Jadi harus dijaga alirannya, harus dikeluarkan. Dengan kata lain, harus ditulis!

Lho, kan bisa kita keluarkan melalui bicara atau ngomong? Kalau sudah bicara kan kita bisa lega?

Hai! Rasanya kita telah melebar ke mana-mana, hehe?. Jadi bagaimana dong manajemen ide itu? Ok! Saya jawab!

Jika orang bilang bahwa manajemen bisnis itu secara garis besar terdiri dari PDC (Plan, Do and Control), maka spesial untuk penulis, yang utama adalah PD aja lagi!!! Yaitu Plan dan Do. Rencanakan dan Tulis!

Plan

Merencanakan adalah mendokumentasikan seluruh ide dalam sebuah catatan. Kita HARUS punya satu buku kecil, blocknotes, agenda atau apapun istilahnya. Untuk apa? Untuk menuliskan satu atau dua kalimat yang merupakan ide kita, secara cepat dan dalam waktu singkat. Ide ini saya sebut ide judul/topik. Sebab, ini masih merupakan rencana judul atau topik sebuah tulisan.

Ide judul/topik itu mengalir setiap hari, percayalah! Ide judul/topik tulisan muncul dalam keadaan sedih dan gembira, di manapun Anda berada dan ke manapun Anda pergi. Bahkan, ide judul/topik dapat saja hadir ketika kita sedang berada (maaf) di toilet, di pagi hari. Jika kita tak segera mencatatnya, ia akan hilang menguap entah karena lupa, ditelan waktu, atau tergilas oleh ide lain.

Mengapa? Karena ide sudah ditakdirkan mengalir terus-menerus dalam diri kita. Makin kita catat, makin menstimulasi ide lain untuk muncul. Tidak perlu kaget, jika sesekali muncul ide ?gila?. Bukankah banyak orang sukses gara-gara ide-ide gila? Cobalah praktekkan, Anda akan dibuat terkejut oleh kemampuan Anda sendiri.

Setelah Plan, lalu apa? Do!

Lakukan kegiatan menulis itu! Kita telah memiliki judul/topik sekarang. Nah, segeralah menuliskan pengembangannya. Sama halnya dengan pembahasan sebelumnya; jika kita tidak melakukan kegiatan menulis, menyempatkan waktu untuk menulis pengembangannya, maka ide topik/judul itu selamanya hanya akan berupa daftar rentetan judul, tidak bergerak ke mana-mana. Harus ada waktu untuk menulis dan harus menulis. Tidak boleh tidak!

Just do! Lakukan saja, hingga tuntas. Jangan menoleh/mengedit sebelum tulisan Anda selesai. Seperti ajaran Jonru yang telah saya praktikkan . Dan saya akui, memang benar demikian. Lakukan sekarang juga. Jika ingin tahu bagaimana mengembangkan ide, Anda boleh membuka kembali:

– Sedih dan Bahagia Aku tetap Menulis

– Menulis bisa Mulai dari Apa

– Mengapa, Ellipse-ellipse untuk Mengembangkan Ide

Selamat mencoba! Salam sukses dan bahagia!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*